Laman

Rabu, 18 Maret 2015

Cerpen Cinta

MENGAPA ITU HARUS TERJADI ?
Karya : Andika Setiawan

Gue Adi Dermawan gue punya cerita dari 3 tahun yang lalu gue baru mengenali yang namanya cinta. Cinta menurut gue itu sesuatu yang bener bener harus dipahami  secara mendetail. Bermula dari kejadian waktu itu, saat waktu upacara gue melihat perempuan, dia itu orangnya kelihatannya baik, dan cantik. Disitulah gue mulai mendekati  perempuan itu ya bisanya disebut PDKT lah.
Dengan percaya diri gue mengatakan kepada perempuan tersebut, “Hai”
Perempuan itu menjawab secara bingung, “Hai juga.”
“Boleh kenalan, nggak? Nama aku Adi Dermawan.  Nama kamu siapa?”
“Nama aku Rara Kusuma.”
“Oh,  namanya Rara.”
“Iya”
Pada saat itu gue merasa bahagia karena gue bisa kenalan sama dia. Dan pada waktu istirahat gue merasa ada seseorang yang manggil “Adiiii..” ucap seseorang.
Gue langsung merespon. Nggak taunya yang mangil Rara, Gue pun menjawab dengan santai “Iya Rara, ada apa kok mangil aku”
“ Iya nih aku butuh bantuan nih”. Jawab Rara sambil terengah – engah
“Bantuan apa, Ra?”
“Ini aku besok ada ulangan Matematika. Kamu mau nggak ajarin aku?”
Gue bicara dalam hati wah , kesempatan emas ni untuk mengenal dia lebih jauh lagi.
“Emm  oke aku akan ajarin kamu, Tapi kita belajar di mana?”
“Di rumah aku aja jam 7 malam, gimana ?”
“Sip dah”
Kringgg....Bel sekolah berbunyi dan waktu istirahat berakhir. “Ra aku masuk kelas dulu ya”.
“Iya, Eh tunggu, nanti kamu sms atau telepon  aku ya kalau kamu sudah dekat sama rumah aku, ini nomor telepon aku 085774561328”.
“Oke, woles aja”.
Mereka masuk ke kelas masing masing untuk belajar. Jam menunjukan pukul 1 siang dan bel berbunyi kkkrriinng... murid murid keluar dari kelasnya untuk menuju ke rumah masing masing.
***

Malampun datang dan jam menunjukan pukul setengah tujuh malam, gue  mulai bergegas untuk menuju kerumah Rara. gue turun ke garasi untuk mengambil sepeda motor. Dalam perjalanannya gue berkata didalam hati “Apakah ini saatnya untuk mengucapkan perasaan ini kepada Rara”.  Selama perjalanan gue memikirkan hal itu dan akhirnya gue sampai ke rumah Rara. gue langsung mengeluarkan ponselnya dan langsung sms ke Rara, “Ra Aku udah di depan rumah kamu.” Setelah menunggu akhirnya di bukakan lah pintunya “Silahkan masuk Di” Ucap Rara. Dengan malu-malu gue menjawab “i-iya Ra”.
gue pun masuk kedalam rumah Rara , dan Rara mempersilahkan duduk “ Di kamu duduk dulu disini aku mau ngambil buku matematika aku” ucap Rara.
“i-iya” kataku
Rara langsung ke kamarnya untuk mengambil buku matematikanya. Selama menunggu, gue masih memikirkan hal itu. Selama beberapa menit Rara keluar dari kamarnya dan membawa buku matematika.
“ayo di kita mulai belajarnya” ucap Rara. Dengan wajah yang masih memikirkan untuk menyatakan perasaannya gue menjawab “ayo, memangnya kamu ulangan BAB berapa?”
“BAB 1 aja ko”. ucap Rara
“Baik, kita mulai dari sini aja ya Ra”.
“Oke”.
gue langsung mengajarkan matematika kepada Rara. Rara merasa bahagia saat bisa mengerjakan  soal matematika yang telah di berikan oleh gue. Jam menunjukan pukul 9 malam dan mereka selesai belajar matematika, tiba tiba.
Ra, Ra Kamu mau gak jadi pacar aku? tanyaku kepada Rara dengan malu. Rara menjadi terdiam dan memikirkan jawaban untuk pertanyaan tersebut. gue mengucapkan Kalau kamu belum bisa menjawabnya sekarang, kamu bisa menjawabnya esok hari. Rara pun masih memikirkan jawabannya. gue langsung berpamitan kepada Rara untuk kembali ke rumah.
“Ra, aku pulang dulu ya” kataku
“Iya Di hati hati di jalan terima kasih udah mau mengajari aku pelajaran metamatika”. Ucap Rara dengan perasaan bimbang.
gue pun langsung keluar rumah Rara dan menghidupkan motornya dan mengucapkan       “See You”.


***
Kkrring.... suara alarm berbunyi. dengan malasnya gue langsung mematikan alarm tersebut dan langsung bergegas mandi. Setelah mandi gue merapihkan tempat tidur yang masih berantakan lalu Sarapan.  Setelah itu gue berpamitan untuk berangkat kesekolah
“mah, pah Adi berangkat dulu ya”. kataku
“Iya Sayang, hati hati di jalan.” Ucap mamah dengan  senyuman
“iya mah” kataku
Gue langsung keluar rumah dan menunggu jemputan sekolahnya. Selama beberapa menit menunggu akhirnya jemputan gue datang , gue langsung masuk kedalam. Selama dalam perjalanan ke sekolah gue masih memikirkan tentang peristiwa tadi malam, gue berbicara dalam hati Mudah mudahan jawaban yang diberikan oleh Rara  adalah iya.
Setelah tiba di sekolah gue langsung bergegas untuk menuju kekelas. Sesudah sampai di kelas gue pun langsung menaruh tas di bangku. Sesudah itu gue halaman kelas untuk mencari angin segar dan duduk di taman sekolah yang ada didepan kelas. Gue duduk sambil bernyanyi lagu All of me lagi asik asik nyanyi ada yang nepuk bahu gue Plakk.. gue pun langsung merespon dan tau taunya Rara lah yang menepuk bahuku.
“ Eh, kamu Ra, Ada apa ?”kataku dengan senyuman
“ Gak ada apa apa ko Di, Cuma mau kesini aja” Ucap Rara
“ Ra, kamu gak belajar matematika kan nanti kamu ulangan” kataku dengan polos
“ini juga lagi belajar di” ucap Rara
“ouh iya iya” kataku sambil mengaruk kepala
Kkrriing...
Bel sekolah berbunyi tanda waktu pembelajaran akan dilaksanakan gue pun mengucapkan “ Ra, aku masuk dulu kekelas ya dan kamu harus bisa ulangan matematikanya”
“Iya” Ucap Rara sambil tersenyum
Gue langsung bergegas untuk masuk ke dalam kelas. Disaat sudah belajar gue masih memikirkan soal hal peristiwa kemarin malam dan gue bertanya tanya Apakah akan ku tanya Rara tentang jawaban untuk diriku.





Kkkrring...
Bel telah berbunyi dan ini waktunya istirahat. Gue langsung menuju ke kantin untuk membeli sesuatu yang bisa mengganjal perutku. Ter dikantin gue melihat Rara yang sedang asik makan bakso di salah satu kedai yang ada di kantin. Gue langsung nyamperin Rara yang sedang asik makan bakso dan menyapa dia dengan santai “Hei Ra”.
“Hei juga Di”. Ucap Rara
“Makan apa Ra”.Tanyaku
“Makan Bakso Di, Kamu mau ?” Jawab Rara
“Oh tidak usah nanti aku pesen sendiri. Kataku
Gue langsung memesan makanannya pada mas Didi. “mas baksonya satu campur” Kataku sambil menunjukan jari.
“Minumannya Apa dek ?” tanya mas Didi
“Es teh manis aja mas” kataku
“Oke” ucap pak Didi
Selama gue menunggu pesannannya datang gue dan Rara berbincang bincang tentang pelajaran. Gue bertanya kepada Rara soal ulangan matematika tadi.
“Ra, tadi gimana ulangannya” Tanyaku kepada Rara
“Gampang Di, soalnya materinya hampir sama dengan yang kamu ajarin kemarin malam” Jawab Rara
“Oh syukurlah kalau begitu”. Kataku sambil menghelus dada
Selatah berbincang bincang makanan yang gue pesan akhirnya tiba juga. “Makasih mas” kataku. Gue langsung mencampurkan saus dan kecap . lalu gue makan dengan asik. Setelah gue selesai makan, gue berbincang bincang lagi sama Rara.
“Ra, kamu udah bayar baksonya” tanyaku
“Belum, memangnya kenapa Di” ucap Rara
“Ouh kalau gitu aku aja ya yang bayarin” kataku
“gak usah di nanti aku bayar sendiri saja” ucap Rara
“Dah gak papa sekalian aja, mas ini semua jadi berapa semuanya sama yang orang yang disitu”. tanyaku sambil mengeluarkan dompet

“semuanya jadi 15 ribu dek” jawab mas Didi
“ini mas uangnya” kataku sambil mengasih uang
Setelah gua bayar gue jalan ke tempat duduk lagi dan disitu gua langsung bilang ke Rara “ Ra dah aku bayarin semuanya”
“makasih ya di kamu baik banget”ucap Rara sambil tersenyum
“ah kamu bisa aja” kataku dengan tersipu malu
Setelah kita sudah selesai makan dikantin kita langsung pergi kekelas. Setelah beberapa kita melangkah gue langsung nanya kepada Rara tentang peristiawa kemarin malam.
“hemm...Ra” kataku
“iya ada apa di” ucap Rara
“ bagaimana dengan keputusan jawabanmu tentang perasaan aku?” tanyaku kepada Rara
Disaat itu Rara menjadi terdiam. Gue pun menjadi gelisah karena takutnya dia memilih tidak. Dan setelah beberapa menit Rara langsung mengucapkan secara bimbang “Adi, memang disaat kita pertama bertemu aku  merasa kita menjalani sebagai pasangan, Tapi setelah aku pikirkan aku ingin belajar dulu untuk mencapai cita citaku. Jadi, jawaban dari pertanyaanmu kemarin malam..Maaf, aku belum ingin menjadi kekasihmu”. Dengan perasaan kecewa gue pun menjawab “ Baiklah kalau itu keputusanmu aku terima.
Disaat itupun gue merasa kecewa karena perempuan yang gue incar selama ini tidak dapat kumiliki sebagai seorang kekasih. Dalam hati gue berkata “ Mengapa itu harus terjadi?”
Dalam kisah ini gue punya pesan bagi seseorang yang ditolak cintanya :
“Tak perlu mengharapkan orang yang menolak cintamu, jangan hanya terfokus hanya kepada cintanya, di lain sisi, di luar sana banyak orang yang tulus ingin bersanding denganmu”.


-         Tamat   -

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tolong tinggalkan jejak dengan berkomentar :

Sesuai dengan artikel
Menggunakan bahasa yang sopan
Jangan SPAM